Friday, 1 May 2015

Sinopsis Exo Next Door Ep 7

Posted by Unknown at 19:14 6 comments

Yak, jadi karna aku itu kurang kerjaan sehabis un, jadilah aku kepingin ngerecaps Exo Next Door episode 7. Selagi nungguin episode 9 rilis gitu maksudnya.  (recaps episode 8 sudah aku post di postingan sebelumnya, recaps episode 6 juga udah aku post chingu:) )

Wew, jadi inilah, recapsnya...



Diceritakan dalam episode 6 bagian akhir Yeon Hee bertemu dengan Cho Minhwa-cinta pertamanya.
Karena gugup dan malu, entah bagaimana Yeon Hee tiba-tiba saja menitikkan air mata. Minhwa yang berada didepannya kaget dan panik melihatnya menangis, karena itu bisa membuat orang lain salah paham.
Benar saja, tiba-tiba Chan yeol dkk datang bagai pahlawan di depan Yeon Hee. Chan yeol merangkul bahu Min Hwa dan menatapnya tajam.
“Aku bertanya kau sedang apa?” tanyanya mengancam.

Sehun Do dan Baekhyun berada di sisi kanan dan kiri Min Hwa. Posisi Min Hwa yang terjepit diantara para lelaki misterius bermasker itu membuat Min Hwa gugup dan terintimidasi. Yak, saat itu Chan yeol dkk memakai masker hitam mereka seperti di hari pertama mereka bertemu Yeon Hee. –absurd gilaa xD-
“Sepertinya kau salah paham.” Jawab Minhwa sedikit panik. Ia pun memandang Yeon Hee meminta bantuan.
“Benar, benar, ini kesalahpahaman.” Jawab Yeon Hee gugup.
“Bukankah dia membuatmu menangis?” Tanya Sehun tak terima.



“Tidak! Tidak pernah. Benar kan Yeon Hee?” Sanggah Minhwa panik dan lagi meminta bantuan pada Yeon Hee. Yeon Hee membulatkan matanya gugup.
“y-ya.” Ujar Yeon Hee masih gugup.
“Kami sudah lama tidak bertemu dan aku senang bisa bertemu lagi.” Tambah Yeon Hee berusaha meyakinkan.
“Apa? Kalian saling kenal?” sahut Chan yeol terkejut. Yeon Hee dan Min Hwa serentak mengangguk angguk dengan sama-sama gugup.
“Kau senang bertemu dengannya benar begitu?” Tanya Baekhyun pada Yeon Hee yang langsung mengangguk dengan cepat berusaha meyakinkannya.
“Jika kau sudah selesai menyapa kenapa kau tidak pergi?” ujar Do pada Minhwa.
“Apa? Ya, tentu aku akan pergi. Senang bertemu denganmu, aku akan mengirimmu pesan di Line” ujar Minhwa tergagap. Ia dengan panik dan setengah takut membungkukkan badannya berkali kali dan mohon undur diri. Ia berusaha cepat-cepat pergi dari tempat itu sampai-sampai ia menyenggol Yeon Hee dengan keras. –ih, ya dasar cowok penakut! :P-

Yeon Hee berada di kamarnya dan ia bercerita tentang hal itu pada Ga Eun lewat telepon.
“Benar! Itu 100% cerita sungguhan.” Ujar Yeon Hee.
“Makanya sudah kubilang! Aku sangat tak berdaya.. dan mereka datang entah dari mana!” Lanjut Yeon Hee dengan muka penuh damba.





Sementara Chanyeol Do Sehun dan Baekhyun sedang bermain permainan -apa ya itu namanya- di ruang bawah. Itu loh permainan mini football dengan 8 stik yang diayun itu.. seperti itu lah, aku lupa namanya xD 
Sebenarnya lebih tepatnya hanya Baekhyun yang memainkannya karena ia sibuk menggoyangkan seluruh stiknya bergantian. Sedangkan Chan yeol, Do dan Sehun terlihat seperti memikirkan sesuatu. –kenapa kamu jadi koplak gitu Baekhyun? xD-
“Rasanya ada yang aneh, apakah menurutmu pria tadi mengambil uang si Gadis Incheon?” ujar Sehun menyuarakan pikirannya. Do dan Chan yeol memandangnya juga dengan raut penasaran.
“Tidak mungkin, mereka saling kenal.” Ujar Baekhyun akhirnya berhenti menggoyangkan sluruh stiknya.
“Tapi aku juga merasa itu aneh. Dia memanggil Gadis Incheon dengan namanya, dan juga dia sangat senang bertemu dengannya sampai-sampai di menangis.” Tambah Baekhyun.
Do dan Chan yeol memandangnya dengan serius. Mereka juga sama-sama bingung.
“Kalau begitu...” ujar Sehun
“Mungkin dia mantan pacarnya!” sahut Baekhyun dan Sehun bersamaan.
Chan yeol tampak kesal dan melampiaskan pada stiknya.

Sementara itu perbincangan antara Yeon Hee dan Ga Eun masih berlanjut. Ga Eun yang tengah memperbaiki make up nya dan Yeon Hee yang tengah bermalas-malasan di tempat tidur.
“Apa? Cho Minhwa? Cinta pertamamu?” tanya Ga Eun terkejut.
“Cinta pertama apanya? Dia hanya bagian masa laluku yang gelap.” Protes Yeon Hee.
“Berarti Exo oppa adalah sinar cahaya yang masuk kedalam kehidupan cintamu yang gelap.” Ujar Ga Eun puitis.
“Apa? Kau mengoceh apa?” Tanya Yeon Hee tak mengerti.
“Seorang pria akan bertemu dengan gadis yang dia anggap sepele. Akan tetapi pria yang paling menakjubkan di dunia adalah pria yang menjaga pacarnya! Apa yang pertama terlintas di pikiran pria? Gadis ini, dulu menyukaiku.” Ujar Ga Eun berusaha memprovokasi.
“Terus kenapa? Itu kan sudah lama sekali.” Balas Yeon Hee.
“Gadis itu dulu milikku. Maka aku harus mempertahankanya. Dia mulai berpikir dia bisa mengalahkan semua pria hebat lainnya.” Terang Ga Eun.
Yeon Hee mulai sadar dan menegapkan tubuhnya.
“Cho Minhwa akan menghubungimu dalam waktu 3 hari. Aku bertaruh.” Tambah Ga Eun dengan penuh kepastian.
“Eyy.. tidak mungkiin.” Balas Yeon Hee malu-malu. Tapi ia berharap Minhwa benar-benar menghubunginya.

Yeon Hee sedang mengelap piring di kediaman Chan yeol dkk ketika telfonnya berdering. Yeon Hee sudah sangat berharap pesan Line itu dari Minhwa. Tapi ternyata bukan. Senyum Yeon Hee berubah menjadi masam.
“Dia tak akan meneleponku.” Ujar Yeon Hee bersungut sungut.
Ia baru akan melanjutkan pekerjaanya ketika Baekhyun memanggilny.
“Ya! Aku datang.” Balas Yeon Hee dengan muka berseri.



Sementara itu Sehun sedang berada di camp Gwangsu. Gwangsu terlihat seperti sedang bermeditasi membelakangi Sehun. Sehun kembali mengingat percakapannya dengan Yeon Hee.
“Tapi, berapa usia adikmu?” Tanya Sehun saat itu.
“Dia siswa SMA.” Jawab Yeon Hee.
“Ah, siswa SMA..” Ujar Sehun menggut-manggut.
“Apa? Siswa?” Tanya Sehun terkejut.
“Hei licik.. kau menyembunyikan fakta bahwa kau duduk di bangku SMA.” Ujar Sehun serius pada punggung Gwangsu. Ia tampak tak percaya Gwangsu menyembunyikan fakta ini.
Gwangsu berbalik.
“Kau menyembunyikan fakta bahwa kau memiliki kekuatan super.” Ujar Gwangsu.
“Kekuatan super?” tanya Sehun bingung.
“Kenapa mendekatiku? Apa yang kau incar?” ujar Gwangsu waspada.
Sehun meraih tangannya.
“Penggiling kopimu, aku tak bisa melupakannya. Maka dari itu kita berteman.” Ujar Sehun tulus.
Gwangsu menepis tangan Sehun.
“Aku bisa membuatnya kapan saja, tetapi berjanjilah satu hal padaku. Jangan gunakan kekuatan supermu saat kau bersamaku.” Ucap Gwangsu sungguh sungguh.



“Kesintingan tanpa akhir ini, aku suka.” Pikir Sehun sambil tersenyum sinting.
“Baiklah, kita teman sekarang?” ujar Sehun mengulurkan tangan.
Gwangsu otomatis menjauhkan tangannya. Sehun terkejut. Gwangsu menunjukka jari telunjuknya. Dan meminta Sehun untuk merekatkan telunjuknya. Sehun pun melakukannya. –absurd sekali, huahaha xD-
Sehun dan Gwangsu pun sama-sama tersenyum.
“Ini gayamu? Tapi, hei teman, apa aku boleh bertanya tentang kakakmu?” ujar Sehun.
“Tentu, tanya saja.” Balas Gwangsu masih dengan telunjuk tangan terekat.



Yeon Hee sedang merapikan sprei kasur Chan yeol. Ia merasa tidak enak dan berulang kali melongokkan kepala ke belakang. Semenjak tadi Chan yeol rupanya terus memandanginya tajam dari belakang sambil memutar-mutar piringan hitamnya.
Chan yeol mengingat informasi baru dari Sehun.
“Hyung, dia bukan mantan pacarnya, dia cinta pertamanya! Bukankah cinta pertama tak pernah terlupakan?”
“Jadi dia cinta pertamanya.” Bisik Chan yeol pada dirinya sendiri masih dengan memandangi punggung Yeon Hee.



Yeon Hee akhirnya tak kuat. Ia menengok ke belakang.
“Ada yang kau butuhkan?” ucap Yeon Hee sopan.
“Kau tidak bisa bersih-bersih?” sahut Chan yeol. Ia berjalan dari meja yang didudukinya dan menyapukan jarinya di atas meja itu. Jarinya menemukan sesuatu, sehelai rambut. Rambut Yeon Hee.
“Oh, aku belum membersihkan meja itu.” Ujar Yeon Hee sedikit panik.
Chan yeol berdiri di hadapan Yeon Hee dan memegangi rambut itu di depan wajah Yeon Hee.
“Kenapa kau terlihat bingung? Sedang memikirkan cinta pertamamu?” Tanya Chan yeol sinis penuh kekesalan.
Yeon Hee pun jadi kesal dan ia merebut rambut itu dan kembali menata seprai.



Baekhyun sedang membantu Do mengahafal naskah di kamarnya.
“Ini bagian perempuan.” Ujar Baekhyun protes.
“Aku tahu, ayo kita coba saja.” Jawab Do.
Tiba-tiba pintu dibuka oleh Yeon Hee yang hendak membersihkan kamar.
“Gadis Incheon! Kemarilah.” Ujar Baekhyun menarik tangannya dan mendudukkannya di sofa berhadapan dengan Do.
“Ini adalah pekerjaan untuk satu-satunya perempuan kami.” Lanjut Baekhyun menyerahkan buku naskahnya.
“Perempuan kami?” pikir Yeon Hee.
“Ini.. apa?” tanya Yeon Hee sopan.
“Ini naskahku, aku ingin latihan bersama seseorang.” Jawab Do.
“Aku lebih suka melihat daripada berpartisipasi.” Ujar Baekhyun tengkurap di kasur belakang mereka.
“Apa kau punya waktu? Ini sangat berarti bagiku jika kau mau membantu.” Ujar Do.
“Tentu, aku akan melakukannya. Bagian mana yang harus kubaca?” Tanya Yeon Hee. Do pun menunjukkan bagiannya. Yeon Hee membaca sekilas dan pipinya kembali bersemu merah.
Mendekatlah dan peluk dia. Cium matanya, hidung dan bibirnya.



Yeon Hee berdeham dan mulai membaca bagiannya.
“Aku tak bisa lagi melihat wajahmu.” Baca Yeon Hee dengan nada anak TK yang baru pertama kali latihan membaca.
“Jujurlah dengan perasaanmu. Lihat aku, lihat mataku.” Ucap Do sambil memandang Yeon Hee dengan penuh penghayatan.
“Aku tak bisa.” Baca Yeon He kembali.
“Gadis Incheon! Apa kau tidak bisa melihat instruksi dalam kurung?” Tuding Baekhyun frustasi.
“Kau harus memainkan perannya agar Do bisa mendalami karakternya.” Tambah Baekhyun.
“Do, mulai dari baris terakhir!” perintah Baekhyun.
“Kamera, roll, action!” ucap Baekhyun.



“Lihat aku, lihat mataku.” Ujar Do memandang Yeon Hee dengan penuh keseriusan. Yeon Hee pun perlahan menengok ke arah Do.
“Saat aku melihat matamu, aku akhirnya menemukan kedamaian.” Lanjut Do dengan perasaan yang meluap.
Yeon Hee pun terpaku.
-TBC-
Scene Bonus:



Baekhyun tampak sedang berpikir sendirian di sebuah ruangan.
“Aku rasa ini harus dibicarakan dengan yang lainnya.” Putus Baekhyun. Ia mengambil handphonenya.
“Baiklah, aku akan memberi tahu Xiumin dulu.” Ujar Baekhyun. Dia membuka Line dan menelpon Xiumin.



Rupanya Xiumin sedang tiduran di sofa di rumahnya.
“Lihat aku! Lihat mataku. Do menatap gadis itu dengan penuh damba. Tapi reaksi gadis Incheon itu..” ujar Baekhyun. Xiumin meneguk ludah.
“Reaksinya?” tanya Xiumin dengan sangat penasaran.
“Ah, tak bisa diucapkan dengan kata-kata.” Kata Baekhyun menggodanya.
“Apa-apaan ini?! Kau membuatku mati penasaran!” Teriak Xiumin kesal.
 “Dan apa kau tahu? Chan yeol. Dia selalu memanggilnya. ‘Gadis Incheon. Gadis Incheon.’ Chan yeol memanggilnya berpuluh-puluh kali dalam sehari” ucap Baekhyun.
“Benarkah? Kelihatannya bagiku dia justru seperti membuatnya sengsara.” Ujar Xiumin bingung.
“Tadinya aku berpikir begitu! Tapi aku salah. Aku punya bukti kuat bahwa Chan yeol menyukai gadis itu.” Ucap Baekhyun meyakinkan.



Xiumin buru-buru menegakkan tubuhnya.
“Bukti akurat? Apa mungkin mereka terlibat cinta segitiga?” ujar Xiumin setengah tak percaya.
“Terlalu panjang jika dijelaskan lewat telepon.”
“Oh, benar. Ini kan panggilan internasional. Padahal aku penasaran.” –rupanya Xiumin tidak sedang berada di Korea :D-
“Panggilan ini bebas pulsa, kau tak tahu? Gratis sepanjang malam” -jiah ujung ujungnya iklan juga xD-
“Kau bisa mengobrol sampai pagi?” lanjut Bekhyun.
“Setuju! Jangan tertinggal apapun. Jelaskan sampai detil ok?”
“Baiklah, akan kuceritakan dengan rinci.”
Akhirnya mereka berdua benar-benar ngobrol sampai pagi.


Ahh, akhirnya selesai juga! Benar-benar 2 jam yang melelahkan, fiuhh, tapi cukup memuaskan.
Adegan favoritku tentu saja bagian Chan yeol yang tak henti-hentinya memandangi Yeon Hee, dan saat Chan yeol terlihat cemburu pada Min Hwa.
Oh! Juga saat Sehun berkata :  ‘kesintingan tiada akhir ini, aku suka.’ Dia seperti benar-benar evil sekaligus weird! Menurutku akting Sehun banyak ber-improve sejak episode pertama. Sama kayak Baekhyun. –sama sama koplak xD-
Huaa, aku masih berpikir untuk buat sinopsis episode 6. Bakal worth it gak ya, soalnya kan udah banyak yang ngerecaps.
Seperti biasa komentar di persilakan :D Don’t be silent readers okay!
Anyyeong~

Preview Exo Next Door ep 9

Posted by Unknown at 02:20 7 comments


Wew, seperti janjiku sebelumnya aku akan mereview tentang preview ep 9 mendatang, JengJengJeng!!
Langsung aja yuk!


Member Exo yang berada di China terlihat pulang kembali ke Korsel. Ada Tao, Chen, Xiumin, dan Lay. Mereka langsung berkangen-kangenan dan berpeluk pelukan –emang Teletubbies? xD- dengan member Exo lainnya yang sudah berkumpul di suatu hall. Oh, di sana juga sudah ada Suho dan Kai lho! Jadi lengkaplah semua member Exo.


Terlihat mereka sedang menghadiri sebuah photoshoot. Oh mungkin karena Suho tak lagi cedera kaki rutinitas Exo kembali berlangsung ya? –diceritakan sebelumnya Suho mengalami cedera kaki yang mengharuskanya istirahat, otomatis Exo seperti dalam keadaan hiatus.-
Awalnya Xiumin dan Tao yang berpose, sedangkan member lain menunggu sambil bercanda. Lalu giliran Kai dan Suho. Sehun langsung berkomentar pada Do dan Chanyeol yang ada didekatnya.
“Wow, lihatlah Kai! Selalu saja terlihat maskulin.” Ujarnya. –aduh, mau ngomporin Chan yeol? xD-
“Hentikan itu” ucap Chan yeol dengan raut tak senang.


Chan yeol di kamarnya dan dia terlihat frustasi juga kelelahan, mungkin setelah photoshoot. –mikirin Kai x Yeon Hee yaa xD-


Kembali ke photoshoot, kini giliran Chan yeol foto sendirian. Ia sangat profesional awalnya. Tapi begitu mendengar Kai mengajak ngobrol Yeon Hee, konsentrasinya pecah. Ia terlihat kesal dan berusaha curi-curi pandang ke arah mereka di tengah photoshoot.
“Oh, Gadis Incheon kan? Iya, benar.” sapa Kai sambil menuding Yeon Hee.
Ternyata Yeon Hee datang ke tempat photoshoot saudara-saudara. Hanya saja ia menjauh dari keramaian sedari tadi.

“Kamu datang. Ini ramai ya?” ujar Do menyapa Yeon Hee yang sedang duduk sendiri.
Yeon Hee pun mengangguk-angguk sambil tersenyum.
Seusai photoshoot sepertinya, Kai dan Yeon Hee terlihat mengelap piring bersisihan di meja makan.


“Jangan terlalu sopan. Jika kamu terlalu sopan, kita tidak bisa jadi teman.” Ujar Kai pada Yeon Hee dengan senyum lebar. Yeon Hee hanya mengangguk kecil dan tersenyum sungkan.
Sementara Chan yeol yang sedari tadi mengawasi mereka dibelakang bersungut-sungut.
“Apakah dia belajar seni menggoda?” bisik Chan yeol tak percaya pada dirinya.
“Hey kemarilah.” Ujar Kai berdiri sambil menggandeng lengan Yeon Hee. –ya tuhan! So sweet sekali Kai ini yaa xD-
Yeon Hee agak bingung mengikut kai. Sedangkan Chan yeol seperti biasa panik dan berusaha mengikuti mereka berdua.


Ternyata Kai mengajaknya kedepan pintu kulkas, ia memberi semacam bunga pada Yeon Hee.
“Terimakasih, ..” ucap Yeon Hee dengan formal.
“Maksudku, terimakasih Kai.” Ralat Yeon Hee dengan kalimat informal. Ia tersipu malu dan sedikit blushing. Sementara Kai memandangnya dengan senyum yang sangat manis. Kai mengangguk-angguk.
Tanpa mereka sadari Chan yeol melihat semua hal itu dibelakang mereka. Dan dia tampak sangat sangat tidak senang. –jiaah, cemburu kan? xD-
Nah demikian preview ep 9 nanti. Masih ada 3 hari lagi sebelum ditayangkan. Yah, tapi worth it kok kalo mau sabar, hehe. Soalnya Kai disini bikin melting sekali. xD
Seperti biasa akting ekspresif Moon Ga Young patut diacungi jempol. Sejak awal memang dia berakting dengan begitu bagus. Sampai sampai aku kaget ketika tahu umurnya masih 18 –seumuran aku dong! Huaa- masih belia banget menurut aku.
Segitu aja postingan aku kali ini. Semoga ada yang mau menghargai postinganku kali ini dengan memberi komentar. Yak, komentar adalah mood buster ku kawan-kawan. So, don’t be silent readers ya.
Anyyeong~


Powered by Blogger.
 

My World! Copyright by Isma Nurul Rosida My World | Template by Gift Idea