Friday, 22 May 2015

Sinopsis Exo Next Door Ep 14

Posted by isma nurul at 09:27




Loha! :D
Aku kembali membawa sinopsis Exo Next Door episode 14. Sudah menunggu lama ya? Mian, author sedang sibuk, -alesan, alesan, xD-
Langsung aja yuk, cuss!




Gwangsu disuruh menunggu di basement oleh Sehun. Gwangsu melihat-lihat sekeliling dan pandangannya tertumbuk pada sebuah gantungan baju kayu yang ada di sana. –gantungan yang sama dengan tuas rahasia-
Ia menghampirinya dan mulai memukul-mukulkan tangannya sambil berteriak-teriak, melatih jurusnya.




Didalam, Yeon Hee yang mendengar suara itu bangkit berdiri di ikuti Chan yeol.
“Aku di sini!” teriak Yeon Hee.
Tiba-tiba lampu yang berada tepat di atas kepala Yeon Hee korslet dan padam. Yeon Hee terlonjak kaget dan ditangkap Chan yeol sebelum ia terjatuh. Bandul kalung Yeon Hee keluar dari sweaternya dan Chan yeol menyadari bahwa kalung itu persis sama dengan miliknya.
“Bagaimana kau memiliki itu?” ujarnya.




Sementara di luar, Gwangsu yang sempat terhenti memukul karena merasa mendengar teriakan kembali memukul-mukul gantungan itu dengan semangat. Sampai akhirnya dia memukul tuas itu dan pintu ruang rahasia di sebelahnya terbuka.
Gwangsu kaget. Lebih kaget lagi saat ia menemukan Yeon Hee di dalamnya.
“Gwangsu!” teriak Yeon Hee menahan tangis.




Terlihat Yeon Hee menggunakan selimut tebal dan berusaha menghangatkan diri dikelilingi Ibunya dan Gwangsu.
“Aku tidak sengaja. Itu kecelakaan.” Ujar Yeon Hee. Ibunya tak percaya dan memukul-mukulnya.
“Kau ini, tidak pernah belajar dari pengalaman. Kau harusnya dihukum.” Ujar Ibunya semakin ganas memukul. Gwangsu pun ikut geleng-geleng kepala melihat kakaknya.
“Ibu Park! Apakah kau tahu betapa ketakutan dan kedinginannya aku? Chan yeol bilang kau sudah membuangku. Bagaimana bisa kau tidak mencari saat putrimu menghilang? Betapa memalukan.” Rengek Yeon Hee.
“Dibuang? Memangnya kau ini apa, sebuah perahu? Kenapa kau mencoba menyalahkanku seperti itu?” bentak Ibunya. Gwangsu memeletkan lidahnya pada Yeon Hee dan Yeon Hee menendangnya.



Di tempat yang berbeda dengan situasi yang hampir sama, Chan yeol dikelilingi Baekhyun, Do dan Sehun. Ia sama-sama memakai selimut tebal.
“Entah bagaimana, kau terjebak di dalam ruang rahasia. Si Gadis Incheon kebetulan masuk.” Ringkas Sehun.
“Lalu itu sebabnya kalian menghabiskan malam bersama-sama?” tanya Do, yang langsung di jawab serempak oleh Baekhyun dan Sehun “Tidak masuk akal!”
“Bagaimana jika memang benar? Apa yang kalian inginkan dariku? Jika kalian segera menemukanku, semua ini tak akan terjadi. Aku pikir aku akan mati di sana!” bentak Chan yeol tak terima.
“Kami pikir kau di kamarmu. Kami berusaha lebih perhatian. Kau terlihat sensitif hari ini.” Bela Baekhyun. Sehun ikut membenarkan. Sehun dan Baekhyun pun merangkul Chan yeol penuh sayang, sementara Chan yeol merasa risih.
“Aku senang kau baik-baik saja.” Ujar Do sebelum berlalu, tampak kesal oleh sesuatu.




Yeon Hee sedang berada di kamarnya merenung, melihat foto masa kecilnya bersama Chan.
“Aku rasa itu mungkin saja. Chan adalah Exo dan muncul di hadapanku setelah 16 tahun. Benar, bisa saja hal itu terjadi.” Ujar Yeon Hee pada dirinya sendiri.
“Dia sangat berubah. Dulu dia sekecil ini, dan berubah sebesar ini. Dia juga tampan, jadi tidak apa-apa aku tidak mengenalinya.” Lanjutnya berusaha menenangkan dirinya.
“Tapi itu tak wajar, Chan adalah teman yang baik. Bagaimana bisa aku tak menegnalinya?” desah Yeon Hee merasa bersalah.
Tiba-tiba Yeon Hee teringat perkataan Chan yeol yang meminta kalungnya.
“Tapi, kenapa dia mengambil kalung yang diberikan kakeknya padaku?” ujar Yeon Hee bingung.




Yeon Hee dan Ga Eun sedang berada di kamar.
“Astaga! Chan yeol yang karismatik itu adalah sahabatmu?!” ujar Ga Eun tak percaya. Yeon Hee yang sedang bertopang dagu membantah.
“Jangan bilang sahabat. Dia hanya temanku.” Ujarnya.
“Terserah. Aku benar-benar tak tahu. Kau ini lebih bodoh dari batu.” balas Ga Eun.
“Ketika aku mengatakan apa yang terjadi, siapa yang menyuruhku mengikuti fanclubnya?” ujar Yeon Hee tak terima. Ga Eun beralasan itu karena ia tak tahu Yeon Hee berteman dengan selebriti terkenal.
“Ini bahkan lebih dari imajinasiku yang paling liar. Ini sebuah anugerah, sebuah keajaiban.” Ujar Ga Eun semangat. Sementara Yeon Hee lemas dan tak terlihat tertarik.
“Jadi, apa kau mengejar satu sama lain sepanjang malam?” goda Ga Eun.
Sebuah pesan Line masuk ke handphone Yeon Hee, dari Chan yeol.
Hei Chingu, bisnis tetaplah bisnis. Bekerjalah.
Yeon Hee memencet tombol back dengan gemas. Ia kembali menghela nafas.




Yeon Hee masuk ke kamar Do saat Do sedang membaca scriptnya. Do dan Yeon Hee sama-sama terkejut.
“Haruskah aku kembali nanti?” ujar Yeon Hee sopan.
“Tak apa-apa. Kenapa kau tak mengambil libur?” ujar Do mempersilakan. Yeon Hee dan Do sama-sama tersenyum manis.
Do membuatkan minuman hangat untuk mereka berdua.
“Dimana Chan? Dia menyuruhku datang.” Ujar Yeon Hee heran setelah menyeruput minumannya.
“Chan?” ujar Do bingung.
“Maksudku Chan yeol. Saat ia kecil ia dipanggil Chan. Apa kau tidak tahu? Aku tidak menyadarinya, tapi Chan yeol sebenarnya adalah Chan. Dia teman lamaku. Bukankah menakjubkan?” ujar Yeon Hee panjang lebar sambil tersenyum. Do terlihat berpikir keras, tampak sama sekali tidak senang.
“Foto itu, foto Chan yeol.” ucap Do pelan pada dirinya sendiri.



Sehun dan Gwangsu sedang berada di camp, sama-sama minum kopi. Sehun tersedak.
“Anak laki-laki dalam foto itu adalah Chan yeol?” ujarnya masih tak percaya. Gwangsu hanya mengiyakan.
“Dia memang tidak memiliki semangat yang membara sebagai anak laki-laki.”
“Kau bilang Gadis Incheon berteman?” ujar Sehun meluruskan. Gwangsu mengiyakan lagi-lagi.
“Di ruang bawah itu, mereka menyadari kebenaran secara telanjang.” Ujarnya. –telanjang di sini berarti mereka sudah tahu semua kebenaran tanpa ada hal yang ditutup-tutupi lagi.
Tapi Sehun justru berpikir aneh dan menangkupkan tangannya ke dadanya. Gwangsu tak mengerti.
“Jika mereka berdua berteman, kita berarti juga berteman. Itu berarti kita....” Ujar Gwangsu.
“Bertakdir” ujar Sehun.
“Berbesan” koreksi Gwangsu bersamaan dengan Sehun. Sehun terpengarah.




“Bagaimana di kasar padaku padahal dia tahu selama ini?” ujar Yeon Hee dengan santai pada Do.
“Dia tahu selama ini?” tanya Do sedikit terkejut. Yeon Hee mengiyakan.
“Apa kalian dekat?” tanya Do kemudian. Yeon Hee menjelaskan bahwa ketika Chan yeol pindah ia terus menangis dan membuat masalah besar. Bahkan ia menangis sampai kepalanya sakit.
“Kalian berdua pasti punya banyak kenangan.” Komen Do.
“Kami dulu dekat selama hampir satu tahun. Dia agak ketus sekarang, tapi dia dulunya lucu. Kami bahkan berjanji untuk menikah saat dewasa.” Ujar Yeon Hee tersenyum mengingat masa lalu. Do terdiam, termenung.
“Jika kau berteman dengan Chan yeol, kita juga harus berteman juga.” Ujar Do berharap. Yeon Hee sedikit kaget.
“iya, berbicara dengan bebas dan saling memanggil nama masing-masing, bisakah kita melakukannya?” ujar Do semangat. Yeon Hee tertegun, merasa tak enak. Tapi kemudian ia mengangguk sedikit ragu. Do tersenyum senang.
“Mungkin suatu hari nanti kita juga bisa berbagi perasaan yang dalam juga.” Tambah Do semakin bersemangat. Yeon Hee lebih terkejut lagi, lebih merasa tak enak. Tapi ia tetap mengiyakan, meski dengan ragu.
“Bisakah kita berbicara bebas sekarang?”ujar Do penuh harapan. Yeon Hee pun kembali mengiyakan meski tidak sepenuh hati. Do tersenyum senang. Yeon Hee pun juga ikut tersenyum, meski kaku.
-Sakit rasanya ngelihat kamu kayak gini Do ToT, nyesek deh, huaa!-






Yeon Hee sedang membersihkan meja makan. Tiba-tiba Chan yeol mengagetkannya. Yeon Hee terlonjak kaget.
“Kau menakutiku!” bentak Yeon Hee kesal.
“Hei, kau membentak majikanmu?” ujar Chan yeol tersenyum menantang.
 “Apa maksudmu? Aku tak percaya aku membiarkanmu menyuruhku dengan seenaknya.” Balas Yeon Hee tak percaya. Chan yeol menatap kalung di tangannya. Yeon Hee melihatnya juga.
“Kakekmu memberikan itu padaku karena aku terus saja menangis setiap hari setelah kau pergi.” Jelas Yeon Hee. Chan yeol berusaha menahan senyumnya tapi gagal.
“Kau menangis? Setiap hari? Apakah kau merindukanku?” tanya Chan yeol terlalu senang. Yeon Hee kesal, memintanya berhenti.
“Dia bilang jika aku memiliki ini kau akan datang mencarinya.” Jelas Yeon Hee.
“Jadi kau menunggukku?” goda Chan yeol lagi. Yeon Hee tambah kesal.
“Biarkan aku memegangnya sampai semua kembali normal. Aku benar-benar membutuhkan ini sekarang.” Ujar Chan yeol serius. Yeon Hee menatapnya bingung.



Tiba-tiba handphone Yeon Hee berbunyi, ternyata video call dari Min Hwan. Yeon Hee menerima panggilan itu dan buru-buru menjelaskan bahwa ia tak bisa berbicara sekarang dengannya. Tapi Chan yeol dengan sigap menyambar handphonenya, dan menjauhkan dari Yeon Hee. Yeon Hee terkejut dan berusaha menggapai handphonenya dari tangan Chan yeol. Chan yeol menahan keningnya dengan satu jari. Yeon Hee bahkan berusaha menjambak rambut Chan yeol.
“Yeon Hee, Ji Yeon Hee. “ ujar Min Hwan melihat semua kejadian itu dari seberang telepon. Chan yeol tampak tak senang dengan Min Hwan.
“Aku pacarnya Ji Yeon Hee. Apa urusanmu? Jangan pernah menelepon kembali. Menyingkirlah!” ancam Chan yeol serius.
“Kau.. Exo.. Exo?” ujar Min Hwan gelagapan. Chan yeol memencet tombol end call berkali-kali dengan ganas. Lalu membanting handphone itu ke meja. Yeon Hee hanya bisa tertunduk lemas melihat handphonenya.
“Kau marah?” tantang Chan yeol. Tentu saja dia marah, tapi Yeon Hee memilih menggeleng.
“Ngomong-ngomong, dia itu bukan cinta pertamamu. Apakah kau tidak ingat memintaku kencan? Cinta pertamamu bukanlah dia. Tapi aku.” Jelas Chan yeol. Yeon Hee terkejut.
“Mari kita pergi berkencan setelah bekerja besok.” Ujar Chan yeol dengan santai, sementara Yeon Hee tambah terkejut.




Tanpa mereka sadari selama ini Do mengamati mereka dari belakang. Dia terlihat sangat sedih, juga cemburu. Do memutuskan untuk menghampiri mereka. Ia berdeham. Chan yeol dan Yeon Hee langsung menoleh ke arah Do.
“Ada apa?” ujar Do setelah berada di hadapannya. Ia belum sempat bertanya lebih jauh ketika handphonenya berdering, ada telepon.
“Ada masalah besar. Suho menghilang!” ujar suara di seberang mengagetkan Do.
“Apa?!” ujarnya tak percaya. Chan yeol dan Yeon Hee pun ikut terkejut.
-TBC-

Yak, segitu dulu sinopsis episode 14! Previewnya akan aku usahain post esok hari. Di tunggu ya:D
Seperti biasa, komentar di persilakan. Don’t be silent readers.
Annyeong~








9 comments:

Mazkanah Bintang Scorpio said...

Cieee yeon hee ama chan mkin dkt
Skrng chan brni goda yepn hee nieee
Oppah d.o jgn sdi msi ada aku lo
Suho oppah kmna mnghilng ea??

tulisanterakhir said...

chan-yeon hee lucu bgt kalo tengkar.. :)
apalagi pas chan bilang "Ngomong-ngomong, dia itu bukan cinta pertamamu. Apakah kau tidak ingat memintaku kencan? Cinta pertamamu bukanlah dia. Tapi aku.”
aahhhh..... lanjutin lagi yah min :)

Dahlia Kurniawati said...

Makasih sinopnya..tunggu lanjutanya.ceritanya ringan tapi bagus gemesin ngeliatnya...gomawo...

HyunHyunIE said...

Huhh daebah,jadi pengen liat episode selanjutnya

mumu Namoo said...

Uuu miris bngt D.o.. yeon hee ceritain masa lalu dia bareng Chan kgk liat ekspresi muramnya D.O T.T
Stay strong baby Kyunsoo
Gomawo buat chingu ^-^

isma nurul said...

Trimakasi sudah brkunjung chingu :) preview 15 uda aku post!

silvana efrilia said...

Wah gak sadar udah keluar episode 14 nya .

Jessica Exol said...

Kyaaaa ChanHee cute moment...tapi kasihan d.o...Ditunggu episode selanjutnya ...hwaiting ^^

nurul.hajijah said...

gomawo yo :)

Post a Comment

Powered by Blogger.
 

My World! Copyright by Isma Nurul Rosida My World | Template by Gift Idea